JENNIFER APM menyimpan seluruh data yang dikumpulkan setiap detik ke dalam sistem file internal miliknya. Sistem file ini dikembangkan secara khusus untuk memproses data berukuran besar dengan kecepatan tinggi. Dengan demikian, perusahaan pengguna dapat mengumpulkan dan mengelola data instance dalam jumlah besar secara stabil. Namun, karena sistem penyimpanan tersebut merupakan pengembangan internal, pengguna sering kali mengalami kesulitan saat ingin mengakses data server atau menelusuri metrik melalui APM Server API biasa.
Merespons kendala tersebut, banyak pelanggan yang memberikan umpan balik kepada pengembang. Mereka menginginkan fleksibilitas yang lebih tinggi agar bisa melihat dan memanfaatkan data JENNIFER APM menggunakan perintah SQL standar. Oleh karena itu, tim JENNIFER APM melakukan berbagai peningkatan performa dan berhasil meluncurkan fitur baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Saat ini, JENNIFER APM menyediakan dua metode tampilan berbasis SQL yang sangat memudahkan pengguna. Melalui artikel ini, kita akan mempelajari cara mengakses data server secara praktis menggunakan kombinasi JENNIFER Server API dan driver JDBC.