APM - APM Geeks

Alert APM Jennifer

Pada artikel ini kita akan membahas tentang apa itu Event & Alert APM Jennifer  JENNIFER   dan fungsinya. JENNIFER EVENT yaitu sistem notifikasi yang fleksibel sehingga memungkinkan bagi para tim IT sistem menerima notifikasi tentang masalah apa yang terjadi dalam suatu sistem, JENNIFER EVENT ini juga memungkinkan Anda untuk mengkonfigurasikan pengaturan dan ambang batas EVENT.

Penjelasan tentang tampilan EVENT

Untuk pengaturan dan konfigurasikan tampilan JENNIFER  EVENT, anda dapat membukanya dari Management Menu kemudian EVENT Rule, dalam menu EVENT ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu ERROR EVENT, METRIC EVENT, dan COMPARE EVENT.

  • KESALAHAN ACARA

Cara menggunakan ERROR EVENT ini sangatlah mudah, anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkan EVENT ini sesuai keinginan serta anda dapat memodifikasi level EVENT dan waktu pengukurannya (measurement time).

  • PERISTIWA METRIK

Dengan METRIC EVENT ini memungkinkan anda dapat menetapkan Rule sendiri berdasarkan data metrik. Berbeda dengan ERROR EVENT, untuk aturan METRIC EVENT ini anda harus menentukannya sendiri.

Agar lebih jelas memahami METRIC EVENT ini mari kita contohkan seperti ini, misalnya disini kita akan menggunakan METRIC EVENT ini untuk menghasilkan EVENT ketika tingkat penggunaan heap memory diantara 50% dan 70% dan kita akan memulai dengan menambahkan setingan baru pada METRIC EVENT, kita akan mengatur METRIC ke “Heap Memory Usage Rate” dan level EVENT ke “Warning”.

Untuk selanjutnya kita akan mendefinisikan rule itu sendiri dengan menggunakan teks rule. Dengan teks Rule memungkinkan anda untuk mengatur threshold yang diinginkan dengan menggunakan kata kunci “value” yang telah ditentukan Bersama dengan conditional operations . Sebuah Value akan selalu merujuk pada METRIC yang telah dipilih, dalam hal yaitu ini proporsi heap usage memory rate. Jadi kita bisa menulis rule kita seperti “value >= 50 && value <= 70” untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Kita dapat memasukkan pesan khusus untuk ditampilkan saat Aturan dipicu, namun untuk pesan ini bersifat opsional jadi kita bisa dibatalkan. Untuk hasil konfigurasi akhir bisa dilihat seperti gambar dibawah ini.

acara metrik tampilan

Gambar.1 METRIC EVENT

 

Setiap kondisi kali dalam rule kita terpenuhi, maka APM JENNIFER akan memicu EVENT yang sesuai. Kita dapat melihat EVENT dari daftar EVENT atau dari daftar notifikasi. Perlu diperhatikan bahwa EVENT METRIC tidak seperti ERROR EVENT, EVENT METRIC tidak memiliki link/tautan untuk dapat melihat transaksi di X_View.

Baca Juga : Apm Jennifer Menggunakan SISTEM WAS

Baca Juga :  Apm Jennifer Membantu Anda Menemukan Masalah Pada Aplikasi

  • BANDINGKAN ACARA

Selanjutnya ada COMPARE EVENT, sesuai dengan Namanya setelan ini memungkinkan anda untuk membuat EVENT  berdasarkan nilai perbandingan dan METRIC. Misalnya kita dapat membuat rule untuk menghasilkan EVENT jika TPS ( Transaction Per Second ) meningkat menjadi 15% dibandingkan dengan hari yang sama pada minggu lalu, maka untuk pengaturan rulenya bisa anda lihat seperti berikut :

apm jennifer

Gambar.2 BANDINGKAN EVENT

Pada gambar diatas bisa anda kotak centang yang ada dibawah Filtering Condition , kotak centang itu berfungsi sebagai threshold Rulenya. Misalnya, Anda tidak mau mengatur dpicu untuk nilai yang lebih rendah dari METRIC yang dipilih.

Namun jika kita menerapkan filtering condition ini, maka Rule tersebut dapat dijelaskan sebagai “ Genarate EVENT jika TPS ( Transaction Per Second ) meningkat sebesar 15% pada hari yang sama di minggu yang lalu, mengingat nilai dari TPS minummnya adalah 200”.

  • Pemberitahuan ACARA

Untuk notifikasi sendiri APM JENNIFER telah mendukung beberapa metode untuk menerima notifikasi EVENT, yaitu seperti Email (Mengirimkan notifikasi ke email terntentu), Slack (Kirim notifikasi ke pengguna atau saluran, tersedia melalui Slack Adaptor), Telegram (mengirimkan notifikasi melalui telegram), Lainnya ( Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sistem EVENT fleksibel dan pengguna dapat membuat adaptor mereka sendiri untuk menghubungkan sistem EVENT dengan sistem yang diinginkan yang mungkin mereka gunakan).

Cara agar dapat mengirim notifikasi menggunakan salah satu channel seperti pada gambar dibawah, anda perlu mengkonfigurasikan EVENT Integration. EVENT Integration ini akan mencatumkan semua channel yang tersedia untuk mengirimkan notifikasi, tergantung pada adaptor/konfigurasi yang tersedia.

acara metrik tampilan

Gambar.3 Integrasi EVENT

 

Pada gambar diatas menunjukan ada dua channel yang tersedia yaitu Slack dan Email, keduanya tersedia karena telah dikonfigurasikan. Untuk dapat mengirimkan notifikasi EVENT caranya sangat mudah, misalnya kita ingin mengirimkannya melalui Slack kita cukup menggeser tombol “External Link” menjadi “On”. Kemudian dari tab bar, kita pilih level Alert APM Jennifernya. Dalam hal ini yaitu “Fatal” yang berarti APM JENNIFER akan mengirimkan notifikasi ke pengguna atau channel Slack ketika terjadi Fatal.

  • Karakteristik ACARA

acara metrik tampilan

Gambar.4 Karakteristik Umum EVENT

1. TINGKAT ACARA

Kategori untuk EVENT level APM JENNIFER yaitu ada 3, Normal, Warning, Fatal, anda dapat menggunakan level ini untuk mengkategorikan berdasarkan tingkat keparahannya.

2. Pengurangan Derau Putih

Jika setiap ada transaksi yang lambat kita akan mendapatkan notifikasi dan mungkin ini sangat berlebihan atau mungkin mengasyikkan, misalnya dalam waktu satu menit anda mempunyai 8 transaksi yang lambat itu berarti anda akan mendapatkan 8 kali notifikasi dalam satu menit tentu itu akan sangat menggangu sekali. Dengan menggunakan Measurement Time dan Reference Count anda dapat menentukan seberapa sering anda ingin mendapatkan notifikasi EVENT terntentu. Maka anda dapat mengatur Measurement Time menjadi 60 detik dan Reference Count menjadi 2, jadi dalam satu menit anda hanya akan mendapatkan 2x notifikasi.

3. Jalankan Otomatis Skrip

Pengaturan yang memungkinkan anda dapat menggunakan EVENT sebagai pemicu untuk mengeksekusi arbitrary sheel script . anda dapat memasukan path ke script shell dan ketika EVENT yang ditentukan terjadi APM JENNIFER akan secara otomatis mencoba mengeksekusi scriptnya.

4. Sakelar Hidup/Mati

Dengan pengaturan ini anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkan Rule pada Alert APM Jennifer apapun.

5. Dapat dikonfigurasi

Dengan konfigurasi Anda dapat menerapkan pengaturan yang berbeda dari Rule yang sama ke target ( Agents ). Sebagai contoh misalnya anda mempunyai beberapa sistem yang terdiri dari beberapa agent, dan dari beberapa agent itu salah satunya ada yang sering restart. Dalam hal ini, Anda dapat mengecualikan EVENT untuk menajalankan atau menghentikan agen tersebut. 

Cukup sekian pengertian/penjelesan pada Alert APM Jennifer

Seperti yang sudah saya jelaskan di beberapa artikel sebelumnya APM JENNIFER memiliki fitur dan fungsi yang sangat banyak untuk menjaga kesetabilan aplikasi anda. Kali ini saya akan membahas  Fitur dan fungsi Memory Leakage (Pemecahan Masalah Kebocoran Memori)yang ada APM JENNIFER yang belum sempat saya  bahas di beberapa artikel sebelumnya. 

Sebelum masuk kepembahasan tentang Memory Leakage di APM JENNIFER saya akan memberikan info khusus yang belum pernah memakai APM JENNIFER dan menggunakan Platform Java,php, dan .Net  ada ke sempatan untuk mencoba APM JENNIFER selama 30 hari  syarat dan ketentuan berlaku info lebih lanjut klik disini Gratis .....!!!!  

Memory Leakage (Kebocoran memori) dalam aplikasi yang diterapkan di cloud dapat mempengaruhi ketersediaan dan keandalan aplikasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengidentifikasi dan menyelesaikannya dengan cepat. Namun, dalam lingkungan transaksi yang berjalan di cloud, deteksi kebocoran memori merupakan tantangan tanpa sepengetahuan aplikasi atau detail lokasi objek internalnya.

Apa itu Kebocoran Memori?

Kebocoran memori adalah hilangnya memori komputer yang tersedia secara bertahap ketika sebuah program (aplikasi atau bagian dari sistem operasi) berulang kali gagal mengembalikan memori yang diperoleh untuk penggunaan sementara. Kebocoran memori berbeda dari bug program lainnya karena tidak mempengaruhi perilaku program secara langsung dengan mempengaruhi (atau mengubah) jalur eksekusi meskipun kebocoran yang terakumulasi menyebabkan penurunan kinerja aplikasi.

Memory Leakage (Pemecahan Masalah Kebocoran Memori) Jika penggunaan memori Anda meningkat secara konsisten, objek Java Collection (Vector, Hash, dll) mungkin menjadi salah satu penyebab utama memori bocor. Umumnya, proses pemantauan penggunaan memori objek Java menyebabkan masalah kinerja yang serius tetapi APM JENNIFER secara efektif melacak jumlah objek Koleksi tanpa beban berat. Selain itu, APM JENNIFER memberikan nama aplikasi dan Data Stack Trace yang digunakan dalam objek dan data Full Stack. Dengan demikian, pengguna dapat mengetahui akar penyebab kebocoran memori secara efektif.

Application and SQL Tuning APM JENNIFER dapat digunakan untuk menyeting aplikasi atau Query SQL. Dengan memeriksa penggunaan CPU aplikasi dan waktu respons per Class/Method, APM JENNIFER dapat mengidentifikasi modul mana yang mengalami masalah kinerja. Analisis komparatif dari SQL Query waktu eksekusi dan total waktu aplikasi yang telah berlalu dapat digunakan dalam penyetelan Query dan mengidentifikasi masalah.  APM JENNIFER juga mampu melacak komunikasi antara WS dan sistem back-end (CICS, TUXEDO, WTC/Jolt, Mainframe CICS/CTG modul) sehingga memberikan waktu respons Min/Maks, Beban permintaan, dan data statistik lainnya untuk semua transaksi aktif.

 

Cukup sekian dulu dari saya tentang fitur dan fungsi Memory Leakage (Pemecahan Masalah Kebocoran Memori) dan Application and SQL Tuning  di APM JENNIFER jangan lupa baca juga 

 

system administrator resource

Semakin banyak jenis aplikasi, sistem, dan jaringan yang tersedia, sebagai pengembang, kita harus memastikan akses yang konsisten pada aplikasi kita untuk menjaga loyalitas pelanggan dan meningkatkan produktivitas tim DevOps. Perusahaan bisnis yang bergantung pada aplikasi harus menerapkan strategi yang baik agar pemantauan kinerja sistem tetap berjalan dengan baik dan menggunakan sistem sumber daya administrator.

Sebagai pengembang aplikasi layanan, penting bagi kita untuk mengidentifikasi aplikasi yang sedang berjalan, seperti mengidentifikasi sistem layanan dan sistem sumber daya secara real-time. Berikut ini akan kami jelaskan tentang dashboard system administrator (resource) pada APM Jennifer.

Dashboard System Admin (Resource) terdiri dari pemantauan secara real-time dan statistik selama 24 jam. Dengan menggunakan system administrator, kita dapat mengidentifikasi throughput service dan status kinerja yang bermasalah.

Untuk mengidentifikasi sistem administrator, setiap platform memiliki caranya sendiri. Pada platform .NET, system administrator sudah tersedia sebagai dashboard default, sedangkan pada platform JAVA, Anda dapat memantau sistem administrator dengan memilih tab authority pada setiap grup, kemudian pilih System Administrator.

sistem administrator sumber daya

Gambar.1 Sistem Administrator (Sumber)

 Baca juga :  APM Jennifer Peningkatan Kinerja Aplikasi Yang Lancar

 

Pada dashboard administrator sistem Anda, Anda dapat menambahkan, menghapus, atau mengubah grup, dan untuk setiap grup, Anda juga dapat mengaktifkan atau menonaktifkan target, fungsi, atau menu pemantauan. Grup Admin sendiri tidak dapat dihapus karena merupakan grup dasar dan satu-satunya grup yang dapat diakses melalui menu manajemen.

Mode tata letak administrator sistem tergantung pada jumlah Instansi yang ada. Jika jumlah Instansi melebihi jumlah yang ditetapkan, maka mode yang diperluas akan diaktifkan. Jika tidak, tata letak tetap dalam mode dasar. Untuk menetapkan jumlah jenis yang diperluas yang ditampilkan di layar, Anda dapat mengatur tampilan beranda yang muncul setelah pengguna masuk dan menggunakan nomor referensi untuk mengatur tata letak sistem admin ke mode yang diperluas.

Pada sumber daya dasbor Admin, terdapat beberapa grafik untuk bantuan secara real-time:

1.Bilah kecepatan

bila kecepatan

Gambar.2 Bila Kecepatan

 

Digunakan untuk mendekatkan permintaan per detik, menawarkan per detik, dan layanan aktif di seluruh sistem. Jika mode extended aktif maka chart ini akan tersembunyi.

2. Pengukur Kecepatan

pengukur kecepatan

Gambar.3 Pengukur Kecepatan

 

Digunakan untuk mendekatkan permintaan per detik, membuat per detik, dan layanan aktif untuk setiap saat. Jika mode extended aktif maka chart ini akan tersembunyi.system administrator resource

3. Layanan Aktif (Grafik Garis Waktu Nyata)

layanan real time apm jennifer

Gambar.4 Layanan Aktif (Real-time Line Chart)

 

Digunakan untuk melakukan real-time monitoring active service

4. Layanan aktif (Equalizer)

apm jennifer

Gambar.5 Layanan Aktif (Equalizer)

 

Grafik yang digunakan untuk melakukan layanan aktif pemantauan waktu nyata

5. Waktu Respons (Grafik Garis Waktu Nyata)

Waktu (Grafik Garis Waktu Nyata)

Gambar.6 Waktu (Grafik Garis Waktu Nyata)

 

Digunakan untuk melakukan pemantauan waktu nyata Response Time

6. Sistem CPU (Ekualiser)

apm jennifer

Gambar.7 Sistem CPU

 

Digunakan untuk melakukan pemantauan waktu nyata Penggunaan Sistem CPU

7. TPS (Grafik Garis Waktu Nyata)

apm jennifer

Gambar.8 TPS (Bagan Garis Waktu Nyata)

Digunakan untuk melakukan real-time monitoring TPS (Transaction Per Second)

8. TPS Hari Ini (Grafik Garis Area 24 jam)

apm jennifer

Gambar.9 TPS hari ini

 

Digunakan untuk membandingkan TPS untuk hari ini dan kemarin

9. Proses CPU (Bagan Garis Waktu Nyata)

apm jennifer

Gambar.10 Proses CPU

 

Digunakan untuk melakukan pemantauan proses penggunaan CPU secara real-time

10. Tampilan X

apm jennifer

Gambar.11 Tampilan X

administrator sistem sumber daya

 

Grafik yang digunakan untuk menyatukan waktu nyata dari setiap transaksi dari perspektif waktu tanggap distribusi.

11. Pengguna Bersamaan (Grafik Garis Waktu Nyata)

apm jennifer

Gambar.12 Pengguna Bersama (system administrator resource)

 

Digunakan untuk melakukan real-time monitoring dari Concurrent User 

12. Pengguna Serentak Hari Ini (Grafik Garis Area 24 jam)

apm jennifer

Gambar.13 Pengguna Serentak Hari Ini

 

Digunakan untuk membandingkan Concurrent User untuk hari ini dan kemarin.

13. Tumpukan Memori (Grafik Garis Waktu Nyata)

apm jennifer

Gambar.14 Memori

 

Digunakan untuk melakukan real-time monitoring ukuran Heap Memory dan User Heap Memory.

14. Hitung Panggilan Setiap Jam (Grafik Batang 24 jam)

apm jennifer

Gambar.15 Menghitung Panggilan Setiap Jam

 

Penggunaan untuk menemukan jumlah panggilan perjam

15. Pengunjung Setiap Jam (Grafik Batang 24 jam)

apm jennifer

Gambar.16 Pengunjung Setiap Jam

 

Digunakan untuk mengungkapkan Kunjungan Per Jam

16. Koneksi DB Aktif (Char Baris Real-time)

apm jennifer

Gambar.17 Koneksi DB Aktif

 

Digunakan untuk melakukan real-time monitoring Active DB Connection

17. ACARA

apm jennifer

Gambar.18 Acara

 

Digunakan untuk mengungkapkan Data EVENT terbaru untuk setiap resource administrator Instance.system

 

Mungkin untuk artikel kali ini dicukupkan sampai disini nanti kita lanjutkan dengan artikel selanjutnya,.

Jika Anda penasaran dan ingin mencoba APM Jennifer ,kami menyediakn uji coba gratis selama 30 hari.

Fungsi Auto Stack Trace merupakan salah satu fitur yang penting bagi pemilik perusahaan, karena memberikan pemahaman yang signifikan dalam mengeksekusi transaksi. Meskipun stack trace umumnya dikaitkan dengan pengecualian (exception) yang dihasilkan oleh program, fitur ini juga dapat digunakan untuk memahami dan menganalisis transaksi aplikasi, serta mengidentifikasi lokasi bottleneck dalam berbagai situasi.

Auto Stack Trace adalah sebuah fungsi yang praktis dan membantu dalam menganalisis serta men-debug transaksi aplikasi, terutama ketika informasi profil yang cukup tidak tersedia.

Apabila sebuah transaksi memerlukan waktu lebih lama dari biasanya untuk diselesaikan, Auto Stack Trace secara otomatis akan mulai mengumpulkan snapshot pelacakan tumpukan (stack trace) selama transaksi berlangsung. Snapshot tersebut kemudian tersedia dalam detail transaksi di APM Jennifer X-View. Dengan adanya fitur ini, pemilik perusahaan dapat melihat snapshot pelacakan tumpukan untuk menganalisis performa transaksi secara mendalam dan mengidentifikasi penyebab transaksi yang lambat.

Dalam beberapa situasi, ketika informasi profil yang diperlukan tidak lengkap atau tidak tersedia, Auto Stack Trace menjadi solusi yang berguna untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang transaksi yang sedang berlangsung.

Dengan demikian, Auto Stack Trace merupakan fitur yang sangat berharga bagi pemilik perusahaan, karena dapat membantu dalam menganalisis dan men-debug transaksi aplikasi, serta memperoleh wawasan mengenai performa aplikasi dan identifikasi bottleneck.

Baca Juga Fitur X-View

Konfigurasi auto StackTrace 

Secara default, APM Jennifer akan mulai mengumpulkan jejak tumpukan (stack trace) transaksi ketika transaksi memerlukan waktu lebih dari 8 detik untuk diselesaikan. Namun, Anda dapat mengkonfigurasi dan menyesuaikan threshold ini sesuai dengan kebutuhan Anda menggunakan opsi "Auto Stack Trace" pada layar manajemen.

Dengan menggunakan opsi ini, Anda dapat mengatur nilai threshold sesuai preferensi Anda. Misalnya, Anda dapat meningkatkan threshold untuk transaksi yang memerlukan waktu lebih lama atau menguranginya untuk mendapatkan jejak tumpukan pada transaksi yang lebih pendek. Dengan memanfaatkan item menu Auto Stack Trace di layar manajemen APM Jennifer, Anda dapat dengan mudah menyesuaikan pengaturan ini sesuai kebutuhan.

Dengan kemampuan untuk mengkonfigurasi dan menyesuaikan threshold, APM Jennifer memberikan fleksibilitas kepada pengguna untuk mengontrol pengumpulan jejak tumpukan transaksi dan memperoleh informasi yang relevan dalam analisis performa aplikasi.

 

Item menu Auto Stack Trace memiliki tiga pengaturan yang dapat digunakan untuk mengkonfigurasi fungsi Auto Stack Trace. Berikut adalah deskripsi dari pengaturan tersebut:

  1. Critical Time: Pengaturan ini menentukan ambang batas waktu yang akan digunakan oleh APM Jennifer untuk mengumpulkan Auto Stack Trace. Ketika sebuah transaksi dieksekusi, APM Jennifer akan mulai mengumpulkan jejak tumpukan (stack trace) secara berkala berdasarkan interval pengumpulan hingga transaksi selesai.

  2. Collect Interval: Pengaturan ini menentukan interval pengumpulan jejak tumpukan (stack trace). Interval ini menentukan seberapa sering APM Jennifer akan mengumpulkan jejak tumpukan selama eksekusi transaksi.

  3. Collect Max Count: Pengaturan ini menentukan jumlah maksimum jejak tumpukan (stack trace) yang akan dikumpulkan. Pengaturan ini bertujuan untuk melindungi agar tidak terlalu banyak data yang dikumpulkan saat transaksi berjalan, sehingga transaksi tidak memakan waktu terlalu lama untuk diselesaikan.

Sebagai contoh, jika sebuah transaksi membutuhkan waktu 10 detik untuk diselesaikan dan pengaturan di atas digunakan, maka APM Jennifer akan mengumpulkan 2 jejak tumpukan (stack trace) selama transaksi berlangsung. Pengaturan jumlah maksimum jejak tumpukan (stack trace) ini diperlukan sebagai upaya untuk menghindari terlalu banyaknya data yang dikumpulkan selama transaksi dan meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.

Cara Menggunakan Auto Stacktrace

Untuk membantu memahami fungsi ini, mari kita lihat contoh berikut. Kita memiliki sebuah sistem hotel yang terdiri dari tiga aplikasi (atau tiga agen). Aplikasi utama adalah sistem hotel itu sendiri, di mana pengguna dapat menjelajahi kamar dan layanan hotel. Aplikasi kedua adalah server pembayaran hotel, sedangkan aplikasi terakhir adalah layanan validasi kartu kredit.

Kita menghadapi masalah kinerja dalam sistem yang menyebabkan antrian layanan. Fenomena antrian layanan dapat dengan jelas diamati melalui dashboard APM Jennifer. Namun, untuk menganalisis masalah dan menemukan akar penyebabnya, informasi tambahan diperlukan. Biasanya, kami mengandalkan profil transaksi untuk membantu kami menemukan akar penyebab masalah. Sayangnya, dalam kasus ini, fitur profil dinamis di APM Jennifer tidak aktif saat masalah terjadi. Oleh karena itu, informasi profil X-View akan memiliki data transaksi yang minimal.

Dalam situasi ini, fungsi Auto Stack Trace sangat berguna. APM Jennifer secara otomatis mengumpulkan informasi stack trace tentang transaksi yang berjalan lambat. Dengan demikian, fitur ini dapat membantu dalam menganalisis masalah dan menemukan penyebab akar yang mendasarinya.

  

 

Ketika menganalisis transaksi yang lambat di X-View, kita dapat melihat bahwa masalahnya terkait dengan transaksi pemesanan kamar. Namun, karena transaksi pemesanan melibatkan 3 server (pembayaran dan validasi), kita masih membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai penyebab utama masalah ini.

Dalam penyelidikan X-View, kita dapat melihat bahwa masalahnya berasal dari server iCheck (validasi kartu kredit). Hal ini membantu mempersempit lokasi masalah, tetapi kita masih membutuhkan informasi lebih lanjut. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, fungsi profil dinamis tidak aktif. Oleh karena itu, informasi profil di APM Jennifer hanya akan menunjukkan bahwa masalah terletak pada kode aplikasi (segmen metode).

Baca Juga Dynamic profile APM Jennifer

Namun, karena transaksi ini memakan waktu lebih lama dari  8 detik, kami dapat melihat bahwa APM Jennifer telah mengumpulkan 2 cuplikan jejak tumpukan. Ketika kami menganalisis jejak tumpukan tersebut, kami menemukan bahwa aplikasi yang menjalankan utas tersendat  pada metode checkValid.

 

Layar Stack trace memiliki 2 tab, tab Details memungkinkan Anda untuk menganalisis setiap stack trace yang dikumpulkan oleh APM Jennifer satu per satu. Sedangkan tab Summary menampilkan ringkasan eksekusi dari masing-masing metode individual. Informasi ini termasuk nama class dan baris kode, waktu eksekusi metode, jumlah eksekusi metode.

 

APM JENNIFER dapat mendeteksi secara otomatis perubahan dan menampilkan resource yang berubah pada saat deployment. Indicator deployment Digambar dengan garis vertical pada Real-Time X-View.

History APM Jennifer

Gambar.1 Dashboard

 

Cara menggunakan Deployment Indicator

Deployment Indicator dapat digunakan untuk menganalisis masalah baik itu sebelum dan sesudah penerapan serta dapat mengisolasi dan menentukan titik point masalah performanya. Dengan menambahkan Deployment Indicator akan memudahkan Anda unutk mengetahui apakah Source Code baru menyebabkan malah atau tidak melalui X-View yang akan memvisualisasikannya secara Real-Time.

Misalnya Ketika ada pembaharuan versi pada aplikasi yang di deploy, kemudain setelah itu masalah performa aplikasi mulai muncul. Hanya dengan melihat X-View Real-Time pada APM JENNIFER Anda dapat melihat bahwa ada penerapan pembaharuan aplikasi yang sudah terjadi, dan X-View juga menunjukan waktu terjadinya penerapan pembaharuan.

Seperti pada gambar dibawah ini sebelum adanya pembaharuan transaksi yang terlihat pada X-View berjalan normal dengan response time rata-rata sekitar 6 detik. Tapi setelah kode baru diterapkan response timenya meningkat menjadi sekitar 25 detik, berarti disini bisa kita simpulkan bahwa peningkatan response time disebabkan oleh adanya pembaharuan versi pada aplikasi.

History APM Jennifer

Gambar.2 X-View

 

Mari kita kita lihat cara menggunakan Deployment Indicator pada APM JENNIFER, Ketika Anda berada pada dashboard awal APM JENNIFER, pada menu X-View double klick pada angka yang berada di garis vertikal.setelah itu nanti secara otomatis akan menampilkan Source Code.

Di Source Code ini berisi detail tambahan tentang Deployment Date/Time, Agent, nama file yang di deploy beserta ukurannya. Kemudian pilih file dari daftar deployment Ketika di klick nanti akan menampilkan detail resource yang diubah.

WAR pada system telah dideploy ke Instance gateaway. APM JENNIFER akan secara otomatis mendeteksi bahwa ada 2 Classes yang di modifikasi yaitu Controler dan Index.jsp serta resource yang dimodifikasi, InventoryManager beserta Source Code nya.

Informasi ini sangat berguna sekali dalam menentukan penyebab masalah yang terjadi, dengan membandingkan informasi ini dengan data transaksi di X-View dan EVENT data, kita dapat melihat bahwa Sebagian besar error yang terjadi disebabkan oleh Controler dan index.jsp.

Source Code (Resource) History

Source Code (Resource) History ini bisa Anda temukan pada menu analysis di sebelah kanan pada dashboard APM JENNIFER, Source Code ini dapat Anda gunakan untuk menganalisis semua deployment sebelumnya. Dengan Source Code memungkinkan Anda untuk mencari deployment yang terjadi pada bulan tertentu.

Seperti pada gambar di bawah ini kita dapat melihat bahwa ada 2 deployment yang terjadi pada tanggal 13 september 2021.

History APM Jennifer

Gambar.3 Source Code (Resource)

 

Source Code Difference

APM JENNIFER memliki kemampuan untuk menunjukan perbedaan Source Code dibandingkan dengan deployment sebelumnya. Agar bisa menggunakan fungsi ini Anda harus mengaktifkan dulu Source Code Plugin Diff, untuk Plugin sendiri dikirimkan dengan APM JENNIFERnya dan untuk kode pluginnya tersedia di Repositori dan Github APM JENNIFER.

Cara mengaktifkan plugin :

  • Pilih item menu Adaptor dan Plugin dari menu Management
  • Kemudian di bawah Labs Tab, klik tombol (+Add) luntuk menambahkan plugin.
  • Pastikan Classification plugin ditampilkan di PAGE.
  • Klik pada kotak Path untuk menampilkan daftar plugin yang tersedia.
  • Pilih “Source Code Comparision Popup
  • Lalu simpan perubahan.

History APM Jennifer

Gambar.4 Plugin

 Selanjutnya, restart tampilan server untuk menyimpan perubahan. Setelah selesai restart Anda akan melihat perubahan status pada plugin menjadi warna hijau. Jika Anda kembali pada halaman Source Code (Resource) History, seharusnya Anda sudah dapat mengklik tombol “Compare Code”. Setelah Anda mengklik tombol compare code , menu pop-up akan muncul dan menunjukan perbedaan deployment sebelumnya dengan saat ini.

Baca Juga :    Apa Itu APM

Baca juga    Memantau Kinerja Aplikasi Anda Dengan APM Jennifer

APM Jennifer

Gambar.5 Plugin Diff

Source Code (Resource) History Configurations

Jika Anda mendeploy file WAR, maka tidak ada konfigurasi yang diperlukan karena APM JENNIFER akan secara otomatis mendeteksi perubahan tersebut dan melacaknya. Selain itu, Anda dapat mengkonfigurasi APM JENNIFER untuk memantau perubahan directory tertentu, dari menu management screen Anda dapat memilih menu Source Code (Resource) History untuk membuka tampilan konfigurasi.

Masukan jalur directory yang Anda inginkan agar APM JENNIFER dapat melacak perubahan yang ada didalamnya. Anda dapat memasukan beberapaa directory baru yang dipisahkan dengan line break. Dan Anda juga dapat menentukan jumlah sub-directory yang akan dicari didalamnya menggunakan pengaturan Maximum depth of directory. Anda juga dapat memlih jenis file tertentu untuk dilacak dengan memlih file extensions yang diperlukan.

 

Platform yang didukung APM Jennifer

Seperti aplikasi yang kita ketahui, Application Performance Management (APM) dari JENNIFERSOFT  atau APM  JENNIFER  merupakan perangkat lunak powerful yang berfungsi layaknya " X-Ray " atau " MRI " bagi sebuah / web. Kemampuannya yang handal dalam hal pemantauan aplikasi secara Real-Time, tentunya menjadi nilai lebih jika dibandingkan dengan perangkat lunak lainnya yang sejenis. Dari sekian banyak perangkat lunak APM  di pasaran, namun saat ini tidak ada yang dapat melakukan pemantauan secara Real-Time selain APM  JENNIFER . Namun, apakah Geekssemua tahu platform apa saja yang didukung atau kompatibel dengan APM  JENNIFER  ini? 

Saat ini APM  JENNIFER  dapat mendukung aplikasi / web yang menggunakan platform JAVA , .NET , dan PHP . Bagi Geeks yang malang melintang di dunia pemrograman, sudah tidak asing lagi dengan platform ke-3 tersebut. Ke-3 platform tersebut sangat populer dan banyak digunakan di berbagai aplikasi/web yang ada di berbagai belahan dunia saat ini. Perlu diketahui, setiap platform memiliki spesifikasi dan frameworknya masing-masing untuk digunakan sebagai alat kerja untuk membuat atau membangun aplikasi/web. Seperti misalnya sistem operasi (OS), aplikasi server atau web server, database server, dan lain sebagainya. Agar dapat menggunakanAPM  JENNIFER  sebagai alat pemantauan atau manajemen kinerja untuk aplikasi / web yang Geeks buat, mau tidak mau Geeks harus menggunakan salah satu dari 3 platform di atas, dan framework yang sesuai dengan platform yang digunakan.

Lalu, apa saja spesifikasi dan framework dari ke-3 platform tersebut? Di sini APM GEEKS  akan menyajikan tabel data untuk masing-masing platform tersebut. Dari tabel data di bawah ini, Geeks  dapat memilih platform dan framework apa yang akan atau ingin digunakan untuk membuat aplikasi/web agar kompatibel dengan APM  JENNIFER  sesuai dengan yang Geeks  kuasai. Yuk, langsung saja kita cek tabel di bawah ini!

 1. Platform JAWA

Java

Sistem Operasi Aplikasi Server Data dasar
AIX 5.x, 6.x, 7.x (32bit, 64bit) BEA WebLogic 9.x, 1 Platform 0.x, 11.x, 12.x Derby
HP-UX 11.x 32bit, 64bit, Itanium 64bit Server Aplikasi WebSphere IBM 6.1, 7.x, 8.x DB2
Oracle Solaris 2.8, 2.9, 10,11 (32bit, 64bit) IBM WebSphere Liberty Microsoft SQLServer
Intel Linux 32bit, Red Hat Itanium 64bit Tmaxsoft JEUS 4.x, 5.x, 6.x, 7.x MySQL
Microsoft Windows 2000, XP, 2003, 2008, 7, 8, 10 Aplikasi Server SUN 8.x, 9.x PostgreSQL
IBM iSeries (AS400) Untuk WebSphere Fujitsu Interstage 5.x, 6.x, 7.x, 8~11.x Oracle Data Dasar
IBM z/OS, zLinux Hitachi Cosminexus 7.x, 8.x, 9.x, 10.x sybase
  Sybase EAServer 4.x, 5.x MongoDB
  Apache Jakarta Tomcat 5.x , 6.x, 7.x, 8.x HSQL
  Teknologi Caucho Resin 3.x, 4.x MariaDB
  Server Aplikasi Red Hat JBoss 5.x, 6.x, 7.x BERBENTUK KUBUS
  GlassFish 2.x, 3.x, 4.x  

   

2. Platform .NET

aplikasiPemantau kinerja

Sistem Operasi Web server .NET Framework Data dasar
Windows Server 2008 / lebih baru (termasuk x86 dan x64) IIS 7.0 / lebih baru .NET Framework 2.0 / lebih baru Microsoft SQLServer
Linux yang sudah terinstall .NET Core 2.0 / lebih baru   .NET Core 2.0 / lebih baru PostgreSQL
      Peramal
      DB2

 

3.Platform PHP

aplikasiPemantau kinerja

Sistem Operasi Aplikasi Server Versi PHP Data dasar
Kernel Linux versi 2.6.8 / lebih baru Apache 2 Modul Apache dan modul PHP-FPM MySQL
  Setiap server yang dapat menjalankan PHP-FPM versi 5.2, 5.3, 5.4, 5.5, 5.6 Microsoft SQLServer
  Server Web Default PHP versi 7.0 (NTS), 7.1 (NTS), 7.2 (NTS), 7.3 (NTS), 7.4 (NTS) PostgreSQL
    versi 8.0 (NTS) Peramal
      MariaDB
      MongoDB

 

Nah... gimana Geeks , cukup jelas kan penjelasan di atas? Adakah platform dan framework yang sering kalian gunakan untuk membuat aplikasi / web? Kira-kira mana nih yang paling kamu kuasai atau yang paling kamu suka dari platform dan framework di atas? Jika kalian menggunakan salah satunya, tentu kalian dapat langsung menggunakan APM  JENNIFER  pada platform yang kalian gunakan.

Oke Geeks ... Bahasan kali ini kita cukupkan sampai di sini. Di artikel lain APM GEEKS  akan menyajikan bagaimana arsitektur dari masing-masing platform yang dipasang dengan APM  JENNIFER , dan bagaimana APM  JENNIFER bekerja di layar belakang dari masing-masing platform tersebut. Penasaran kan? Terus pantau update terbaru dari APM GEEKS  dan jangan lupa untuk berlangganan layanan newsletter kami yang tersedia di bagian bawah setiap halaman APM GEEKS . Dapatkan juga penawaran menarik bagi pengguna baru APM  JENNIFER di mana pun kalian berada berupaFREE TRIAL selama 1 Bulan GRATIS  (klik banner advertisment APM  JENNIFER yang ada di halaman beranda APM GEEKS ). 

Baca juga  Fungsi Auto Stacktrace 

Application Performance Monitoring

Karena banyaknya platform yang sudah tersedia sehingga banyak pengembang aplikasi web dengan mudah untuk membuat software yang mereka inginkan, ditambah lagi dengan adanya cloud sehingga tidak perlu waktu lama untuk mempersiaplkan server fisik dan menginstal system informasi maka perlunya Application Performance Monitoring sangatlah penting bagi perkebambangan sebuah aplikasi.

Dengan adanya platform bisnis para pengembang mampu mengoprasikan proses pengembangan, pembuatan, pengujian, pengoperasian secara efisien. Sehingga mereka mampu memberikan apa yang diinginkan pelanggan secara tepat waktu, apa dengan adanya platform dan cloud benar benar dapat mempersingkat waktu pengembang untuk membuat fitur baru dan tidak aka nada masalah yang terjadi?

Sebagai operator perlu memantau masalah secara teratur jika pengujain dan publikasi DevOps secara otomatis, ketika beban transaksi meningkat pada layanan aplikas tertentu kemungkinan bug akan terjadi, banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan dalam menemukan penyebab terjadinya masalah.

Jika kerusakan yang terjadi itu bukan disebabkan dari software, bisa saja penyebab masalahanya dari jenis open source lain yang diterapkan oleh pengembang untuk meningkatkan produktivitas

Peran Application Performance Monitoring dalam pemantauan layanan aplikasi

Peranan pemantauan sangatlah penting sebagai tahap akhir dari proses pengembangan di DevOps,  setelah proses pemantauan, penyebab terjadinya masalah sebisa mungkin harus bias dideteksi secara tepat waktu. Dalam kondisi tertentu bias saja itu akan memakan banyak waktu dan menyebabkan penurunan produktivitas.

Agar Devops berjalan dengan sempurna sebagai dalam tahap pemantauan pengguna harus dapat membandingkan status transaksi yang masuk ke server antara sesudah dan sebelum penerbitan, dan mampu mengenali elemen elemen mana yang mampu menunda respon secara tepat waktu,misalnya ketika source code yang diterbitkan menyebabkan masalah kerusakan pada layanan maka perlu ditunda sampai kembali normal.

Itulah alasannya kenapa APM itu sangatlah penting bagi pihak DevOps,sperti yang sudah dibahas sebelumnya mari kita lihat sedikit penjelasan diatas dengan menggunakan APM Jennifer.

Baca Juga Fitur dan fungsi APM

Baca Juga Pelajari Dashboard Application Status dari APM Jennifer

1. Proses Pemantauan

Proses pemantauan itu terdiri dari mengidentifikasi dan memecahkan masalah, dan menerbitkan kembali ketika masalah sudah dipecahkan, pada Dashboard APM Jennifer memungkinkan Anda untuk memamntau active service dan terjadinya perubahan transaksi, ketika APM Jeninfer menemukan masalah yang terjadi maka active service yang sedang berjalan akan ditumpuk dan grafik transaksi akan berbeda dengan yang sebelumnya.

Dalam pengoperasiannya penggunan dapat menerapkan notifikasi active service,sehingga ketika terjadinya adanya masalah APM Jennifer akan langsung mengirimkan notifikasi baik itu melalui email, SMS dan Slack. Sehingga DevOps dapat mengambil tindakan sebagai pengembang dapat menganalisis penyebab masalah dengan smart profiling dan sebagai operator dapat menggunakan tampilan fitur PLC yang akan mengarahkan operator untuk membatasi transaksi yang masuk sebelum kondisi layanan aplikasi menjadi lebih parah.

APM Jennifer mendefinisikan transaksi sebagai data yang dikumpulkan tepat setelah satu permintaan diselesaikan di server dan untuk active service yaitu data real-time yang sedang berlangsung.apm jenniferMonitoring Proses Using APM Jennifer

2. Setup Pemantauan Threshold

Untuk hal ini sebelum meneribtak layanan aplikasi,Anda dapat menerapkan beberapa pengaturan di dashboard (Application Performance Monitoring) APM Jennifer agar proses pemantauan tetap lancar, Anda perlu mengatur beberapa jumlah hitungan rata-rata active service agen karena ini akan menjadi notifikasi pada threshold yang telah ditentukan dan mengontrol jumlah beban layanan ketika terjadi kesalahan pada layanan, Anda dapat mengatur threshold ketika layanan Anda berjalan dengan lancer.

Agen disini didefinisikan sebagai modul yang mengumpulkan data performa dengan mengandalkan aplikasi target dan mentransfer data ke server. Aplikasi target untuk pemantaun tergantung pada platform namun biasanya menunjukan WAS (Web Application Server) atau server Web.

Sebagai pengembang Anda harus menerapkan pengaturan terkait profiling APM Jennifer berdasarkan response time data transaksi yang sudah diproses.

Mungkin itu sedikit penjelasan tentang masalah dalam tahap pemantauan layanan aplikasi dan perlunya Application Performance Monitoring untuk menyelesaikannya. Untuk artikel selanjutnya akan kami jelaskan bagaimana menggunakan APM Jennifer yang sebenarnya dalam melakukan proses pemantauan.

Bagi pengguna baru yang mau mencoba APM Jennifer dapatatkan gratis 30 hari  kilik disini 

More Articles ...