APM - APM Geeks

Dalam dunia sistem digital modern, kecepatan dan efisiensi bukan lagi sekadar nilai tambah keduanya sudah menjadi kebutuhan utama. Setiap kali kita membuka aplikasi, melakukan transaksi online, atau sekadar mengakses data dari server, ada ribuan proses kecil yang berjalan di balik layar. Semua proses itu terjadi dalam hitungan detik, bahkan milidetik. Untuk mengukur seberapa cepat sistem dapat menangani semua aktivitas tersebut, digunakanlah sebuah metrik penting yang bernama TPS (Transaction Per Second). Metrik ini menjadi salah satu indikator utama dalam pemantauan performa aplikasi, terutama bagi sitem berskala besar yang menangani ribuan hingga jutaan transaksi setiap harinya.

 

Apa itu TPS?

Secara sederhana, TPS atau Transactions per Second adalah ukuran yang menunjukan berapa banyak transaksi yang dapat diselesaikan oleh sistem dalam 1 detik. Setiap transaksi bisa memiliki arti berbeda tergantung aplikasinya bisa berupa satu permintaan dari pengguna ke server, eksekusi query ke database, pemanggilan API, hingga proses bisnis internal di dalam aplikasi. Istilah “Service Rate” kadang juga digunakan sebagai padanan dari TPS, karena keduanya sama-sama menggambarkan seberapa cepat layanan mampu merespons permintaan. Makin tinggi nilai TPS, semakin besar kemampuan sistem dalam memproses transaksi dalam waktu bersamaan. Namun penting untuk diingat bahwa perhitungan TPS didasarkan pada waktu saat transaksi benar-benar selesai diproses, bukan saat permintaaan dikirim. Artinya, TPS mencerminkan kecepatan nyata sistem dalam menyelesaikan pekerjaan, bukan sekedar banyaknya request yang masuk. 

 

Mengapa TPS Itu Penting? 

TPS dapat dianggap sebagai detak jantung performa sistem. Dengan memantau TPS, kita bisa mengetahui apakah sistem berjalan dengan kondisi optimal, mulai menurun performanya, atau bahkan menghadapi bottleneck tertentu. 

Beberapa alasan kenapa TPS penting untuk diperhatikan: 

  1. Menilai kapasitas sistem: TPS membantu mengetahui seberapa besar beban transaksi yang bisa ditangani sistem tanpa mengalami penurunan performa.
  2. Mengidentifikasi hambatan: Penurunan nilai TPS bisa menandakan adanya masalah pada CPU, memori, jaringan, atau desain aplikasi.
  3. Mendukung perencanaan kapasitas: Dengan data TPS, tim dapat menentukan kapan sistem perlu di-scale up atau dioptimalkan.
  4. Meningkatkan pengalaman pengguna: Sistem dengan TPS tinggi berarti permintaan pengguna diproses dengan cepat, menghasilkan pengalaman yang lebih responsif dan stabil

 

Mengenal Max TPS

Selain nilai TPS saat ini, ada juga metrik penting bernama Max TPS, yaitu jumlah transaksi per detik tertinggi yang pernah dicapai oleh sistem dalam periode tertentu. Max TPS sering digunakan untuk melihat performa maksimal sistem seberapa cepat sistem bisa “berlari” dalam kondisi terbaiknya. Dengan membandingkan TPS saat ini dengan Max TPS, tim teknis bisa menilai apakah performa sistem masih stabil mulai menurun dari kapasitas idealnya.

 

TPS dalam APM JENNIFER

 

 

Dalam konteks pemantauan performa aplikasi, seluruh data tersebut dapat diakses secara langsung melalui APM JENNIFER, sebuah platform Application Performance Monitoring (APM) yang berfungsi untuk memantau kondisi sistem secara real-time. Melalui chart TPS di APM JENNIFER, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah transaksi per detik berubah dari waktu ke waktu. Setiap lonjakan pada grafik menandakan peningkatan aktivitas pengguna atau sistem, sedangkan penurunan drastis dapat menjadi indikasi bahwa sistem sedang mengalami beban berat atau penurunan performa.

Yang menarik, APM JENNIFER tidak hanya menampilkan angka TPS secara mentah, tetapi juga menyajikannya dalam bentuk visual yang informatif dan mudah dipahami, bahkan oleh pengguna non-teknis.
Bagi tim teknis, data ini dapat dimanfaatkan untuk analisis lebih mendalam seperti mengidentifikasi waktu puncak transaksi, pola peningkatan beban sistem, serta menentukan langkah optimasi yang diperlukan untuk menjaga performa tetap stabil.

 

Penutup

TPS adalah salah satu metrik paling fundamental untuk memahami bagaimana sebuah sistem menangani beban kerja di dunia nyata. Ia bukan sekadar angka, tetapi representasi langsung dari kecepatan, efisiensi, dan stabilitas aplikasi. Melalui APM JENNIFER, pemantauan TPS menjadi jauh lebih mudah dan informatif. Pengguna bisa melihat performa sistem secara visual, cepat, dan akurat membantu tim untuk mengambil keputusan berbasis data, bukan asumsi.

Pada artikel berikutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang grafik TPS di APM JENNIFER, termasuk cara membaca polanya dan bagaimana metrik ini berhubungan dengan performa aplikasi secara keseluruhan.

 

Dalam dunia pengembangan aplikasi modern, kecepatan dan stabilitas menjadi dua faktor utama keberhasilan. Tim DevOps kini dituntut tidak hanya untuk mempercepat proses delivery, tetapi juga memastikan sistem tetap optimal dalam kondisi dinamis — mulai dari lingkungan pengujian hingga produksi.

Untuk mencapai hal tersebut, Application Performance Monitoring (APM) berperan sebagai jembatan antara tim pengembang dan operasi. Salah satu solusi APM yang terbukti efektif dalam mendukung prinsip DevOps adalah JENNIFER APM.

DevOps dan Pentingnya Observability

DevOps bukan hanya tentang otomasi pipeline CI/CD, tetapi juga tentang kolaborasi dan visibilitas. Tanpa visibilitas yang baik terhadap kinerja aplikasi dan infrastruktur, tim DevOps akan kesulitan mendeteksi anomali, memahami penyebab masalah, dan mengambil tindakan cepat.

Di sinilah konsep Observability masuk. Observability adalah sifat bawaan sistem yang memungkinkan Anda untuk memahami kondisi internalnya dari data eksternal yang dikumpulkan: metrics, traces, dan logs (tiga pilar).

  • Monitoring berfokus pada pertanyaan yang sudah Anda ketahui tentang kesehatan sistem (apa yang salah?), seperti "Apakah CPU di atas 80%?". Monitoring adalah tindakan mengawasi metrik yang sudah didefinisikan.

  • Observability berfokus pada kemampuan untuk menjawab pertanyaan baru yang belum pernah Anda antisipasi (mengapa hal itu salah?), memungkinkan diagnostik mendalam untuk menemukan akar penyebab masalah.

Dengan kata lain, Observability adalah prasyarat dan evolusi dari Monitoring. Observability memberikan data mentah yang kaya, sementara Monitoring memanfaatkan data tersebut untuk membuat alert dan dashboard. JENNIFER APM membantu tim menjembatani keduanya, menyediakan data observabilitas yang dibutuhkan untuk monitoring yang efektif.

JENNIFER APM dalam Ekosistem DevOps

JENNIFER APM tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantauan performa aplikasi, tetapi juga sebagai bagian dari toolchain observability di pipeline DevOps.

Beberapa kemampuan yang mendukung integrasi ini antara lain:

  1. Real-Time Metrics dan Alerting – Memberikan data performa secara langsung kepada tim operasi untuk mendeteksi masalah seketika.

  2. Profiling Dinamis Tanpa Restart – Developer dapat menambahkan profil metode tanpa mengganggu layanan yang sedang berjalan.

  3. Integrasi dengan Infrastruktur Modern (Container & Cloud) – Melalui JENNIFER for Kubernetes, sistem dapat memantau performa setiap pod, namespace, dan microservice secara detail.

  4. REST API & Data Export – Memungkinkan integrasi dengan sistem analitik lain seperti Prometheus, Grafana, atau ELK Stack.

JENNIFER for Kubernetes: Langkah Menuju Observability

Dengan adopsi Kubernetes yang semakin luas, arsitektur aplikasi kini tersebar ke berbagai container dan microservice. Pemantauan di level host saja sudah tidak cukup.

JENNIFER for Kubernetes hadir sebagai solusi untuk menjawab tantangan ini.
Fitur utamanya mencakup:

  • Auto-Discovery Container & Pod
    JENNIFER otomatis mendeteksi layanan di dalam cluster tanpa konfigurasi manual.

  • Visualisasi Cluster Topology
    Menampilkan hubungan antar layanan, node, dan namespace secara grafis.

  • Resource Monitoring (CPU, Memory, Network, Disk)
    Memonitor pemakaian sumber daya per container secara real-time.

  • Integrasi APM & Infrastruktur View
    Menyatukan performa aplikasi dan metrik infrastruktur dalam satu dashboard terpadu.

Dengan kemampuan ini, tim DevOps dapat:

  • Mendeteksi bottleneck antar layanan.

  • Melihat dampak performa satu container terhadap keseluruhan sistem.

  • Melakukan optimasi otomatis berdasarkan beban nyata.

 

Pipeline DevOps + JENNIFER: Kolaborasi Nyata

Dalam pipeline DevOps, JENNIFER dapat diintegrasikan di beberapa tahap:

  1. Build Stage: Developer dapat menggunakan JENNIFER untuk menguji performa modul sebelum deployment.

  2. Deploy Stage: Setelah aplikasi dirilis ke Kubernetes, JENNIFER secara otomatis mulai memantau setiap instance.

  3. Operate Stage: Tim operasi menggunakan alert & dashboard untuk mendeteksi penurunan performa dan menginformasikan kembali ke pengembang.

  4. Feedback Stage: Data performa dari JENNIFER digunakan untuk memperbaiki pipeline CI/CD dan memperkuat reliabilitas sistem.

Integrasi dua arah ini menciptakan loop observability — di mana setiap perubahan kode dapat diukur dampaknya terhadap performa sistem secara langsung.

Manfaat Nyata Integrasi JENNIFER di Lingkungan DevOps

  • Transparansi menyeluruh dari kode hingga infrastruktur.

  • Deteksi dan respon cepat terhadap masalah performa di lingkungan produksi.

  • Kolaborasi lebih baik antara tim pengembang, QA, dan operasi.

  • Data-driven optimization untuk meningkatkan keandalan sistem dari waktu ke waktu.

  • Kesiapan cloud-native dengan dukungan penuh untuk Kubernetes dan container.

Kesimpulan

Transformasi dari monitoring tradisional menuju observability modern adalah langkah alami bagi organisasi yang menerapkan DevOps.

Dengan JENNIFER APM dan JENNIFER for Kubernetes, tim IT dapat memiliki pemahaman mendalam dan terintegrasi tentang performa aplikasi, infrastruktur, dan perilaku pengguna — semua dalam satu sistem.

Integrasi ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membangun budaya DevOps yang kolaboratif dan berbasis data.
Dan di tengah dunia cloud-native yang semakin kompleks, JENNIFER hadir sebagai mitra yang andal untuk memastikan sistem tetap stabil, efisien, dan transparan.

Apakah Anda pernah mengalami masalah kinerja aplikasi yang sulit disembuhkan? Apakah Anda ingin mengetahui apa yang menyebabkan aplikasi Anda berjalan lambat, macet, atau mengalami kesalahan? Jika iya, maka Anda membutuhkan application performance monitoring (APM). APM adalah proses mengelola kinerja seluruh perangkat lunak untuk memantau ketersediaan, waktu transaksi, dan masalah kinerja yang berpotensi memengaruhi pengalaman pengguna. Salah satu fitur canggih dari APM adalah auto stacktrace, yang dapat membantu Anda menangkap dan menganalisis stack trace dari aplikasi Anda secara otomatis. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan apa itu auto stacktrace, bagaimana cara kerjanya, dan apa gunanya bagi Anda.

Auto Stacktrace Fitur Canggih

Auto stacktrace adalah fitur yang memungkinkan Anda menangkap dan menganalisis stack trace dari aplikasi Anda secara otomatis. Stack trace adalah urutan panggilan fungsi atau metode rekaman yang terjadi dalam aplikasi saat terjadi kesalahan atau menyenangkan. Dengan mengetahui stack trace, Anda dapat melacak akar penyebab masalah kinerja atau kesalahan dengan lebih mudah dan cepat. Auto stacktrace bekerja dengan cara menyisipkan agen ke dalam aplikasi Anda yang akan mengumpulkan dan mengirimkan stack trace ke server APM. Server APM kemudian akan menganalisis stack trace dan menampilkan informasi yang relevan di dashboard APM. Anda dapat melihat stack trace dari berbagai sudut pandang, seperti waktu, lokasi, pengguna, atau perangkat.Anda juga dapat memfilter, mencari, atau membandingkan stack trace untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam.

Auto Stacktrace Fitur Canggih

 

APM JENNIFER merupakan sebuah Manajemen Kinerja Aplikasi ( APM ). JENNIFER adalah salah satu produk dari JenniferSoft, salah satu perusahaan IT di Korea Selatan. APM JENNIFER berfungsi layaknya X-Ray bagi aplikasi/web yang dapat memonitor kinerja dan kinerja aplikasi/web. APM JENNIFER memungkinkan rekayasa atau pengembang IT yang dibangun untuk tanpa aplikasi/web yang secara real-time dan menyajikan data untuk menganalisis hasil transaksi pada aplikasi/web jika terdapat permasalahan seperti error, bug, dan lain sebagainya. Baru-baru ini, Jennifer merilis update terbarunya untuk Jennifer 5. Dalam terbarunya ini, APM Jennifer melakukan perubahan pada User Interface Layout nya dan melakukan pembaruan pada beberapa fiturnya dan mengadakan Event Promo APM Jennifer

APM JENNIFER digunakan untuk aplikasi, mendukung aplikasi yang dibangun dengan platform JAVA, .NET, PHP dan PYTHON. Video: Event Promo APM Jennifer 2022

Fitur Baru APM Jennifer    

Promo acara apm jennifer

Event Promo APM Jennifer SFR Event Promo APM Jennifer Mainframe

 

APM JENNIFER dapat mempermudah dan mendeteksi error di backend (server) area kemudian menunjukan area informasi yang menyebabkan error tersebut hingga metode ke level, SQL dan panggilan eksternal secara detail. Pastinya, APM JENNIFER dapat membantu meningkatkan efektifitas dan efisiensi waktu Anda. Promo Event APM JENNIFER 2022  GRATIS MENGGUNAKAN APM JENNIFER SELAMA 3 BULAN  2022. 

  • Dapat menggunakan Jennifer Server On-Cloud ataupun On-Premise
  • Konsultasi dengan tim teknis secara langsung
  • Pelatihan online gratis selama penggunaan

Segera daftar ( Promo APM Jennifer ) untuk mendapatkan semua manfaat tersebut atau kunjungi  Sindigilive  untuk informasi lebih lanjut.

 -------------------------------------------------- -------------------------------------------------- ----------------------------------------

Perangkat lunak pemantauan kinerja aplikasi yang ideal menghadirkan konsol terpadu untuk semua persyaratan pemantauan. Sebelum membuat pilihan menjadikan APM sebagai solusi, profesional IT dan DevOps di bidang APM (aplikasi performance monitoring) harus menganalisis secara menyeluruh kemampuan spesifik yang diberikan. Promo Acara APM Jennifer 

Application Performance Monitoring

Apakah Anda pernah merasa frustrasi ketika aplikasi yang Anda gunakan berjalan lambat, macet, atau tidak tersedia? Apakah Anda pernah kehilangan pelanggan atau pendapatan karena masalah kinerja aplikasi? Jika jawabannya ya, maka Anda membutuhkan APM. APM adalah singkatan dari Application Performance Monitoring, yaitu proses mengukur dan mengoptimalkan kinerja dan ketersediaan aplikasi perangkat lunak. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan apa itu APM, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa penting bagi bisnis Anda.

Untuk memahami apa itu APM ( Application Performance Monitoring), mari kita mulai dengan definisi sederhana. Menurut Gartner, APM adalah “kumpulan teknologi yang memungkinkan pemantauan dan pengelolaan kesehatan dan kinerja aplikasi perangkat lunak”. Dengan kata lain, APM adalah cara untuk mengukur seberapa baik aplikasi Anda berfungsi dan seberapa puas pengguna Anda dengan aplikasi Anda.

APM bukanlah teknologi baru, tetapi telah berkembang seiring dengan perkembangan aplikasi perangkat lunak. Pada awalnya, APM hanya berfokus pada pemantauan ketersediaan dan waktu respons aplikasi. Namun, kini APM mencakup aspek-aspek lain seperti pemantauan kode, metrik server, lalu lintas jaringan, perilaku pengguna, dan transaksi bisnis. APM juga harus dapat menangani aplikasi yang kompleks, dinamis, dan terdistribusi di berbagai lingkungan cloud, wadah, dan layanan mikro.

Baca juga : Auto Stacktrace Fitur Canggih dari APM Jennifer Dari Korea

Pemantauan Kinerja Aplikasi (APM) adalah proses mengukur dan mengoptimalkan kinerja dan ketersediaan aplikasi perangkat lunak. APM membantu pengembang, pengoperasian TI, dan pemangku kepentingan bisnis untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang memengaruhi pengalaman pengguna dan hasil bisnis.

APM biasanya melibatkan pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber, seperti kode instrumen, metrik server, lalu lintas jaringan, perilaku pengguna, dan transaksi bisnis. Alat APM menggunakan data ini untuk memberikan wawasan tentang kesehatan dan kinerja aplikasi, seperti waktu respons, tingkat kesalahan, throughput, ketersediaan, pemanfaatan sumber daya, dan kepuasan pengguna.

APM dapat membantu Anda untuk:

  • Meningkatkan kualitas dan pembelaan aplikasi Anda dengan mendeteksi dan mendiagnosis masalah sebelum berdampak pada pengguna.
  • Mengoptimalkan kinerja dan efisiensi aplikasi Anda dengan mengidentifikasi dan menghilangkan hambatan dan pemborosan sumber daya.
  • Tingkatkan pengalaman dan pertahankan pengguna dengan memastikan pengiriman aplikasi Anda yang cepat dan konsisten di berbagai perangkat dan lokasi.
  • Menyelaraskan operasi TI dan tujuan bisnis Anda dengan memantau dan melaporkan indikator kinerja utama (KPI) dan perjanjian tingkat layanan (SLA).

Kesimpulan:

Application Performance Monitoring adalah proses mengukur dan mengoptimalkan kinerja dan ketersediaan aplikasi perangkat lunak. APM ( Application Performance Monitoring) membantu pengembang, pengoperasian TI, dan pemangku kepentingan bisnis untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang mempengaruhi pengalaman pengguna dan hasil bisnis. APM juga dapat meningkatkan kualitas, efisiensi, dan keselarasan aplikasi dengan tujuan bisnis. Dengan menggunakan alat APM yang tepat, Anda dapat memastikan bahwa aplikasi Anda selalu berfungsi dengan baik dan memberikan nilai kepada pengguna Anda.

Mau mencoba APM Jennifer klik disini 

Tools APM

Tools APM (Application Performance Monitoring) memberikan informasi tentang kinerja dari sisi server situs web atau aplikasi Anda. Dengan meningkatkan waktu kerja dan pengalaman pengguna, serta mengurangi risiko dan penurunan, APM Tools memberikan manfaat yang lebih besar bagi bisnis Anda untuk bersaing lebih cepat dan memberikan nilai lebih kepada pengguna.

Tidak heran bahwa, menurut analisis oleh Emergen Research, pasar global untuk Aplikasi Performance Monitoring APM Tools diperkirakan akan mencapai $15 miliar pada tahun 2028, meningkat dari $6,54 miliar pada tahun 2020.

Dengan begitu banyak APM Tools yang tersedia di pasaran, memilih solusi yang tepat bisa menjadi sulit. Setiap perusahaan berbeda, sehingga perangkat lunak APM yang berfungsi untuk sebuah perusahaan mungkin tidak memenuhi kebutuhan orang lain. Karena kinerja aplikasi dipantau di server, Anda juga harus memilih platform yang mendukung bahasa pemrograman yang digunakan.

Namun, dengan mencari Tools APM yang tepat dan bermanfaat, Anda dapat meningkatkan efektivitas perusahaan Anda sambil memastikan bahwa aplikasi dan layanan yang Anda berikan memenuhi harapan pelanggan.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, mari kita lihat keunggulan dari APM Jennifer.

Application Performance Monitoring (APM) dari Jennifer.soft menawarkan solusi komprehensif yang memungkinkan Anda mengintegrasikan kinerja server aplikasi Anda dari satu lokasi pusat.

Baca Juga : Apa Itu APM

Baca juga : Memantau Kinerja Aplikasi Anda Dengan APM Jennifer

APM Jennifer adalah solusi komprehensif yang menggabungkan Crash Reporting, Real User Monitoring, dan perangkat lunak APM dalam satu dasbor terintegrasi. Hal ini memungkinkan Anda untuk memperoleh data waktu nyata tentang pengalaman pengguna dan kinerja aplikasi Anda. Dengan menggunakan APM Jennifer, Anda dapat dengan cepat mengidentifikasi masalah dan menentukan apa yang perlu dilakukan untuk mempercepat kinerja aplikasi Anda.

Salah satu keunggulan APM Jennifer adalah kemampuannya dalam memberikan konteks dan visibilitas yang lebih besar kepada tim IT dalam menyelesaikan permasalahan aplikasi mereka. Dengan fitur Flamechart, Anda dapat melacak jejak masalah pada backend, fungsi, database, atau panggilan API Anda. Selain itu, mesin pembuat masalah memungkinkan pengembang untuk memperbaiki masalah yang paling memengaruhi pengguna.

Satu hal lagi yang membedakan APM Jennifer dari solusi APM lainnya adalah harga yang lebih terjangkau. Dibandingkan dengan beberapa APM Tools lain di pasar, APM Jennifer tersedia dengan harga yang lebih ramah. APM Jennifer juga dapat digunakan untuk lingkungan server .NET, PHP, Java, dan Python.

Dalam keseluruhan, APM Jennifer adalah solusi APM yang tepat bagi perusahaan Anda jika Anda ingin meningkatkan efektivitas aplikasi Anda dan memastikan bahwa layanan yang Anda berikan melebihi harapan pelanggan Anda.

 

 

APM Jennifer Terbaik

Teknologi baru seperti mobile, cloud, dan data besar muncul sebagai masalah utama bagi perusahaan. Peran Application Performance Monitoring (APM) Jennifer terbaik  yang mengelola kinerja, fungsi, dan kegagalan berbagai aplikasi yang berjalan di sistem, mendapat perhatian baru di era mobile.

Jumlah transaksi yang meningkat secara eksponensial dan kecepatan layanan yang baru dikembangkan berkembang lebih cepat daripada 10 tahun yang lalu. Untuk mengamankan stabilitas, APM harus mengelola kinerja dengan bekerja sama dengan berbagai sistem dan elemen program yang mengoperasikan aplikasi web.

Berbagai platform sistem (OS, Server Aplikasi Web, DB, dll.) termasuk komersial dan open source, serta berbagai kerangka kerja aplikasi dan  paket utilitas, semakin menuntut kualitas layanan yang terhubung. untuk kinerja aplikasi tertentu yang buruk dapat mengakibatkan penundaan di seluruh proses bisnis.

Menurut seorang petinggi dari JENNIFER SOFT, perusahaan manajemen kinerja aplikasi APM Jennifer terbaik  No. 1 di Korea, “Sejak 2012, dengan munculnya berbagai perangkat mobile, penggunaan internet terlepas dari waktu dan tempat telah menghasilkan fungsi pemrosesan data skala besar yang tidak dapat dibandingkan dengan masa lalu. Dalam jenis dan kuantitas transaksi perubahan pola penggunaan layanan web pengguna karena meluasnya penggunaan ponsel telah memberikan tugas kepada departemen IT perusahaan untuk mengembangkan dan mengoperasikan berbagai layanan yang memerlukan data besar dan lebih cepat. Dalam hal manajemen transaksi volume tinggi, kemampuan analisis data dari berbagai perspektif yang diperlukan untuk pengembangan dan pengoperasian sistem IT melalui peningkatan jumlah transaksi dan data cash kinerja yang disimpan di masa lalu. Di luar sana, berbagai perusahaan analisis sedang diperkenalkan berdasarkan teori algoritma kecerdasan yang diperlukan, tetapi untuk meningkatkan kelengkapan data analisis, perlu untuk menyimpan matriks kinerja yang terkait dengan pemantauan transaksi pengembangan.
Selain itu, untuk akurasi analisis data, perlu untuk menyimpannya dalam satuan tertinggi (dalam detik) dan secara bebas melihat informasi dalam bentuk yang diinginkan pada saat dibutuhkan. Perubahan ini berarti bahwa server aplikasi web ( WAS ) perlu menangani layanan yang semakin beragam dan mampu melakukan itu semua, sehingga peran APM JenniferTerbaik menjadi lebih penting dan lebih luas.”

Menurut statistik, sementara sebagian besar perangkat lunak perusahaan saat ini sedang mengalami penurunan, APM tumbuh pada tingkat tahunan 13,1%. APM JenniferTerbaik, yang mengelola kinerja, fungsi, dan kegagalan diberbagai aplikasi yang sedang berjalan di sistem, berkembang dengan munculnya teknologi dan layanan baru.

Tidak seperti perusahaan asing, perusahaan domestik memiliki banyak informasi untuk diproses, dan pemrosesan transaksi berkapasitas besar harus dilakukan secara kritis, dan verifikasi stabilitas dan kompatibilitas mutlak diperlukan dalam konteks berbagai pelanggan dan lingkungan operasi yang kompleks. Situs atau ruang bisnis web, yang semakin populer sebagai lingkungan seluler di mana berbagai layanan dapat diakses dengan mengakses Internet tanpa batasan ruang dan waktu, dapat mengalami kegagalan layanan yang serius karena buruknya layanan pada aplikasi maka  pengguna atau pelanggan akan penurunan profitabilitas.

Pada akhirnya, produk APM Jennifer terbaik yang secara efektif dapat mencerminkan profesionalisme dan stabilitas akan memberikan kepercayaan kepada pelanggan. Di tahun 2015 lalu, sudah saatnya para pengelola IT perusahaan yang berada di pusat layanan Internet memikirkan dan mempersiapkan manajemen kinerja aplikasi sesuai dengan perubahan dalam data besar.

Artikel Selanjutnya...