Kelanjutan pembaruan halaman analisis X-View pada JENNIFER APM Versi 5 memperkenalkan fitur pengelompokan transaksi (transaction group) yang sangat terstruktur. Sistem kini mengelompokkan data transaksi berdasarkan Client ID, aplikasi, GUID, User ID, hingga alamat IP klien secara otomatis. Jika sebuah grup memuat seratus transaksi atau lebih, layar akan menampilkan penanda lingkaran beserta angka jumlah transaksi. Melalui visualisasi ini, tim IT dapat mendeteksi lonjakan waktu respons pada kelompok transaksi tertentu secara cepat dan akurat sebelum masalah berdampak luas.
Selain itu, JENNIFER Versi 5 menyematkan filter pencarian (search condition) dan penyaringan data (transaction filtering) yang sangat fleksibel. Pengguna dapat mempersempit lingkup data berdasarkan rentang tanggal, target instance, jenis bisnis, hingga batas minimal waktu respons agar proses pencarian menjadi lebih cepat dan ringan. Di samping itu, panel filter di sisi kanan layar memungkinkan pengguna menyortir transaksi bermasalah, termasuk opsi menampilkan transaksi galat (error) saja. Pengguna cukup menyeret area transaksi galat tersebut untuk membuka jendela pop-up analisis detail guna menuntaskan investigasi kendala performa aplikasi.
Agar pemahaman Anda tentang alur pemantauan aplikasi semakin utuh, pelajari struktur arsitektur pendukungnya lewat video JENNIFER APM Architecture. Kunjungi pula laman resmi Sindigilive selaku mitra resmi JENNIFER APM di Indonesia untuk informasi solusi performa IT selengkapnya.
