Dalam pemantauan sistem modern, data Error APM JENNIFER menandakan adanya anomali performa secara nyata. Kondisi abnormal ini umumnya muncul saat transaksi gagal diproses hingga selesai.

Faktor pemicunya pun sangat beragam. Sebagai contoh, transaksi bisa terhenti akibat kegagalan koneksi jaringan, kebocoran memori, hingga kesalahan sintaks kode program. Selain itu, lonjakan waktu respons yang melampaui batas toleransi juga memicu galat serupa.

Oleh sebab itu, sistem mengumpulkan seluruh data anomali secara komprehensif. Hasilnya, total catatan gagal sering kali melampaui total transaksi aplikasi. Hal ini wajar terjadi karena satu transaksi bermasalah sanggup menghasilkan beberapa eror sekaligus.

Identifikasi Karakteristik dan Jenis Error

Perlu diketahui bahwa setiap galat memiliki karakteristik teknis yang berbeda. Namun, Anda dapat menganalisis kegagalan tersebut secara mendalam melalui fitur X-View Transaction Analysis.

Lewat panel visual tersebut, pola kegagalan transaksi dapat dilacak dengan akurat. Selanjutnya, berikut adalah katalog jenis eror yang sering muncul beserta rekomendasi penanganannya:

Tipe Error Deskripsi & Pemicu Rekomendasi / Mitigasi
1. Koneksi Jaringan & HTTP
HTTP_IO_EXCEPTION Koneksi HTTP terputus, timeout, atau instabilitas jaringan host. Evaluasi timeout dan pasang pola retry logic atau circuit breaker.
HTTP_404_ERROR Endpoint tujuan tidak ditemukan pada routing server. Periksa pemetaan route aplikasi dan pastikan resource aktif.
EXTERNALCALL_EXCEPTION Panggilan ke layanan API eksternal mengalami timeout atau gagal. Gunakan asynchronous call, caching, dan fallback timeout.
REPETITIVE_CALL Lonjakan request berulang dari alamat IP yang serupa (indikasi DDoS/loop). Terapkan rate limiting per IP atau integrasikan verifikasi bot (Captcha).
PLC_REJECTED Request ditolak otomatis oleh fitur Peak Load Control akibat beban penuh. Tingkatkan ambang batas PLC atau tambah node kapasitas klaster.
2. Aplikasi & Memory Core
OUT_OF_MEMORY Kapasitas memori habis akibat alokasi heap kecil atau kebocoran memori. Lakukan memory profiling, bersihkan memory leak, dan sesuaikan limit heap.
SERVICE_EXCEPTION Muncul eksepsi umum pada logika kode (misal: NullPointerException). Tambahkan exception handling terstruktur dan validasi parameter input.
SERVICE_ERROR Terjadi error fatal tingkat runtime Java atau konflik classpath. Audit dependensi library dan pastikan kesesuaian versi runtime JVM.
DEADLOCK Dua thread atau lebih saling menunggu penguncian resource secara bersamaan. Analisis trace lock pada thread dan rapikan alur hierarki penguncian.
RECURSIVE_CALL Pemanggilan servlet/JSP terlalu dalam hingga berisiko stack overflow. Cegah loop forward berulang dan tentukan limit batas rekursi.
3. Database & SQL
DB_CONNECTION_FAIL Koneksi ke database gagal (server DB down atau kredensial salah). Periksa status server basis data dan pastikan kredensial koneksi valid.
SQL_EXCEPTION Terjadi sintaks query error atau pelanggaran batasan relasi data. Validasi input query dan terapkan parameterized query.
SQL_TOOMANY_FETCH Jumlah baris data SQL yang ditarik melebihi ambang 10.000 data. Terapkan klausul LIMIT, sistem pagination, atau proses batching.
UNCLOSED (Conn / Stmt / RS) Koneksi, statement, atau result set tidak ditutup seusai transaksi. Gunakan connection pool dan terapkan pola try-with-resources.
DB_UN_COMMIT_ROLLBACK Koneksi ditutup tanpa menyelesaikan commit atau rollback eksplisit. Pastikan setiap siklus transaksi selalu diakhiri commit atau rollback.
4. SLA, Runtime & Agen
BAD_RESPONSE_TIME (App/SQL) Waktu respon aplikasi atau query melebihi batas batas ambang toleransi SLA. Optimalkan indeks database dan audit bottleneck pada metode yang lambat.
THREAD_KILL (Auto / Manual) Transaksi dihentikan paksa oleh administrator atau auto-stop JENNIFER. Tuning threshold monitoring dan evaluasi query transaksi lambat.
AGENT_STOP / RECONNECT Agen kehilangan koneksi akibat instabilitas jaringan atau server mati. Periksa kestabilan jaringan host server data dan restart service agen.
NOT_ENOUGH_DISK_SPACE Ruang penyimpanan pada disk agent mendekati batas maksimal. Bersihkan direktori log, aktifkan log rotation, atau perbesar kapasitas disk.
Catatan Penting: Perbedaan ERROR dan EVENT

Harap perhatikan perbedaan mendasar antara kedua istilah ini. ERROR merupakan catatan teknis terkait anomali pada sistem. Namun, kondisi ERROR baru dianggap sebagai EVENT jika telah memenuhi ambang batas atau aturan yang ditentukan oleh administrator.

Ketika ERROR terjadi saat aplikasi aktif, transaksi yang bersangkutan langsung diproses sebagai kegagalan (failure). Untuk panduan konfigurasi peringatan, Anda dapat merujuk ke menu EVENT Monitoring.

0 CommentsClose Comments

Leave a comment

Newsletter Subscribe

Get the Latest Posts & Articles in Your Email

We Promise Not to Send Spam:)