Sistem pemantauan performa mengandalkan JENNIFER APM Repository sebagai basis data khusus untuk mengumpulkan dan menyimpan data transaksi dalam format biner. Direktori penyimpanan ini otomatis terbentuk saat proses instalasi awal server. Anda dapat mengubah lokasi penyimpanan default tersebut secara mudah lewat berkas konfigurasi serverdata.config. Selanjutnya, seluruh metrik harian dikelompokkan berdasarkan Domain ID secara teratur, mulai dari data statistik hingga metrik real-time seperti X-View. Selain itu, sistem menyediakan proteksi kapasitas penyimpanan otomatis. Layar konsol akan menampilkan peringatan dini saat sisa ruang disk tersisa 4 GB, lalu melakukan shutdown protektif jika kapasitas menyusut hingga 200 MB.

Pengelolaan JENNIFER APM Repository dapat dilakukan secara praktis langsung dari menu pengaturan dasbor pemantauan. Melalui menu tersebut, Anda bisa memantau konsumsi ruang penyimpanan, menjalankan pencadangan harian (backup), menghapus data lama, hingga memulihkan data yang sempat terhapus. Pengguna juga dapat menyalakan fitur pencadangan otomatis serta mengatur batas waktu retensi berkas sesuai kebijakan tim IT. Fitur pembatasan profil transaksi turut disediakan demi menghemat ruang penyimpanan saat beban trafik melonjak tinggi. Mekanisme ini memastikan sistem hanya menyimpan data transaksi dengan waktu respons yang melewati batas ambang tertentu.

Untuk memahami visualisasi data metrik yang tersimpan di dalam basis data ini, pelajari panduan Pengenalan Tampilan APM JENNIFER. Untuk panduan teknis lebih detail serta pengajuan uji coba gratis (free trial), Anda dapat mengunjungi laman resmi Sindigilive selaku partner resmi JENNIFER APM di Indonesia.

0 CommentsClose Comments

Leave a comment

Newsletter Subscribe

Get the Latest Posts & Articles in Your Email

We Promise Not to Send Spam:)