Pada artikel kali ini, kita akan membahas secara mendalam tentang apa itu fitur Event & Alert pada JENNIFER APM beserta fungsinya. Secara mendasar, JENNIFER EVENT merupakan sebuah sistem notifikasi server yang sangat fleksibel. Fitur ini memungkinkan tim IT untuk menerima pemberitahuan instan mengenai jenis gangguan apa yang sedang terjadi di dalam sistem. Selain itu, Anda juga diberikan kebebasan penuh untuk mengonfigurasi batas ambang (threshold) sesuai kebutuhan operasional.

Memahami 3 Kategori Utama JENNIFER EVENT

Untuk mengatur dan mengonfigurasi fitur ini, Anda dapat mengaksesnya melalui Management Menu, lalu pilih opsi EVENT Rule. Di dalam halaman tersebut, manajemen metrik dibagi menjadi 3 kategori utama, yaitu:

1. ERROR EVENT

Fitur ini berfungsi untuk mendeteksi kegagalan sistem atau eror internal secara langsung. Cara menggunakannya pun sangat mudah, Anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkan aturan ini sesuai keinginan. Bahkan, Anda bisa memodifikasi tingkat keparahan (level event) serta mengatur waktu pengukurannya (measurement time).

2. METRIC EVENT

Komponen ini memungkinkan Anda untuk menetapkan aturan (rule) sendiri berdasarkan data metrik yang spesifik. Berbeda dengan ERROR EVENT yang sudah otomatis bekerja, aturan di dalam METRIC EVENT harus Anda tentukan secara manual.

Sebagai contoh, kita ingin menggunakan fitur ini untuk memicu peringatan ketika tingkat penggunaan memori (heap memory) berada di antara 50% dan 70%. Langkah pertamanya adalah menambahkan pengaturan baru, lalu ubah kolom metrik menjadi “Heap Memory Usage Rate” dan setel level ke posisi “Warning”.

sistem notifikasi server
Matric Event

Selanjutnya, kita akan mendefinisikan aturan tersebut menggunakan teks formula. Anda bisa mengatur threshold menggunakan kata kunci “value” yang dikombinasikan dengan operasi kondisional matematika. Karena nilai tersebut merujuk pada proporsi penggunaan memori, kita bisa menuliskan rumusnya seperti value >= 50 && value <= 70.

Setiap kali kondisi di dalam rumus tersebut terpenuhi, JENNIFER APM akan langsung memicu alarm bahaya. Anda juga bisa memasukkan pesan teks khusus yang akan muncul saat alarm terpicu. Perlu dicatat bahwa berbeda dengan ERROR EVENT, METRIC EVENT tidak menyediakan tautan langsung untuk melihat detail transaksi di grafik X-View.

3. COMPARE EVENT

Sesuai dengan namanya, fitur ini memungkinkan Anda untuk membuat indikator peringatan berdasarkan perbandingan nilai metrik saat ini dengan data historis. Sebagai contoh, Anda bisa membuat aturan untuk memicu alarm jika nilai TPS (Transaction Per Second) melonjak hingga 15% dibandingkan dengan jam yang sama pada minggu lalu.

sistem notifikasi server
Compare Event

Pada dasbor sistem, terdapat kotak centang di bawah menu Filtering Condition yang berfungsi sebagai pembatas threshold. Misalnya, Anda tidak ingin alarm terpicu jika angka pembandingnya masih terlalu rendah. Dengan mengaktifkan filter ini, aturan akan membaca log secara cerdas: “Kirimkan notifikasi jika TPS meningkat sebesar 15% dari minggu lalu, dengan catatan nilai minimal TPS saat ini berada di angka 200”.

Metode Integrasi dan Pengiriman Notifikasi

JENNIFER APM sebagai sistem notifikasi server yang andal telah mendukung berbagai platform komunikasi populer untuk mengirimkan pesan darurat, antara lain:

  • Email: Mengirimkan detail laporan error langsung ke alamat email tim IT tertentu.
  • Slack: Mengirimkan pesan instan ke saluran atau pengguna spesifik menggunakan modul Slack Adapter.
  • Telegram: Menghubungkan alarm sistem langsung ke bot atau grup Telegram tim DevOps.
  • Aplikasi Lain: Pengguna dapat membuat custom adapter sendiri untuk menghubungkan JENNIFER APM dengan platform internal yang mereka gunakan.
sistem notifikasi server
Event Integration

Untuk mengaktifkan saluran komunikasi ini, Anda perlu masuk ke menu EVENT Integration. Menu ini akan menampilkan seluruh saluran yang tersedia. Sebagai contoh, jika ingin mengirimkan alarm via Slack, Anda cukup menggeser tombol External Link ke posisi “On”, lalu pilih tingkat keparahan alarm pada tab bar (misalnya level “Fatal”). Dengan demikian, sistem hanya akan mengganggu Anda di Slack ketika terjadi gangguan yang benar-benar fatal pada server.

5 Karakteristik Unggulan Fitur Alert JENNIFER APM

sistem notifikasi server
Karakteristik Umum EVENT

Untuk menjaga kenyamanan tim DevOps dalam memantau sistem, fitur Alert ini dilengkapi dengan 5 karakteristik utama:

  1. Tingkat Event (Event Level): Notifikasi dikategorikan menjadi 3 tingkat keparahan secara terstruktur, yaitu Normal, Warning, dan Fatal.
  2. Peredam Notifikasi Berlebih (White Noise Reduction): Jika setiap ada satu transaksi lambat sistem langsung mengirim pesan, Anda tentu akan merasa terganggu. Oleh karena itu, dengan mengatur Measurement Time dan Reference Count, Anda bisa membatasi frekuensinya. Misalnya, menyetel waktu 60 detik dengan batasan 2 kali, sehingga dalam satu menit Anda maksimal hanya menerima 2 pesan saja.
  3. Eksekusi Skrip Otomatis (Auto-run Script): Pengaturan cerdas yang memungkinkan sebuah eror memicu penanganan mandiri. Anda tinggal memasukkan jalur skrip shell (shell script path), dan JENNIFER APM akan otomatis mengeksekusi perintah perbaikan tersebut saat sistem eror.
  4. Sakelar On/Off: Anda bisa mematikan atau menyalakan aturan alert kapan saja secara fleksibel.
  5. Kustomisasi Target Agen: Anda bisa menerapkan aturan yang berbeda untuk server (agent) yang berbeda, meskipun berada dalam satu aplikasi. Contohnya, Anda bisa mengecualikan alarm khusus untuk server yang memang dijadwalkan melakukan restart berkala.

Mengonfigurasi sistem notifikasi server dengan tepat adalah kunci utama agar tim IT tidak kewalahan oleh pesan spam sekaligus tetap sigap saat terjadi gangguan fatal. Jika Anda tertarik untuk mencoba fleksibilitas fitur Event & Alert ini, JENNIFER APM menyediakan program uji coba gratis selama 30 hari khusus untuk pengguna baru. Silakan [Klik Di Sini] untuk mendaftar!

0 CommentsClose Comments

Leave a comment